Pilot...???
kata itu adalah sesuatu yang selalu aku bayangkan dan impikan sejak kecil, bagiku pilot itu adalah pekerjaan yang hebat karena bisa menerbangkan pesawat yang rata-rata mempunyai body yang besar dan dinaiki oleh banyak penumpang yang jumlahnya mencapai ratusan.
kehebatan pilot itulah yang membuat aku termotivasi menjadi seorang pilot tapi siapa sangka kalau menjadi seorang pilot itu tenyata bukanlah sesuatu yang mudah. banyak tahapan demi tahapan seleksi yang harus dijalani dan tidak hanya itu juga, biaya yang dikeluarkan untuk menjadi pilot tidaklah sedikit yaitu berkisar antara 500.000.000 sampai 600.000.000 tetapi pendidikannya hanya sebentar maksimal 2 tahun pendidikan dan gajinya pun selangit bahkan bisa menjapai ratusan juta.
Di indonesia banyak terdapat sekolah pilot dan setiap sekolah mempunyai fasilitas dan standar yang berbeda. langsung aja deh aku kasih tau berberapa sekolah-sekolah pilot yang ada di indonesia diantaranya :
- Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI)
- Bali International Flight Academy (BIFA)
- National Aviation Management Flying School (NAM Flying School)
- Wings Flying School (WFS)
- Lombok Institute Flight Technology (LIFT)
- Merpati Pilot School (MPS)
- Alfa Flying School (AFS)
- Aero Flyer Institute (AFI)
- Bandung Pilot Academy (BPA)
- Deraya Flying School (DFS)
- Nusa Flying International (NFI)
- Jakarta Pilot School (JPS)
Setiap tahun dalam 1 sekolah pilot rata-rata meluluskan 20-25 orang pilot kecuali STPI, STPI pertahunnya mampu meluluskan 120 orang pilot dalam setahun tetapi tetap saja indonesia kekurangan pilot. faktor kekurangan pilot juga disebabkan bibit-bibit calon penerbang susah ditemukan. padahal yang mendaftar pada tiap-tiap sekolah pilot itu cukup banyak bahkan mencapai angka ratusan juta tetapi biarpun banyak pihak sekolah pilot tidak sembarangan dalam memilih calon penerbang yang akan di didik menjadi calon penerbang, adapun tahapan-tahapan yang sangat ketat yang harus dilewati oleh para calon peserta didik diantaranya :
- Registrasi
- Psycotest
- Medex/Medical
- English for Aviation DGCA/TOEFL/TOEIC
- Altitute Test
- Flight Simulator
Tahapan tersebut adalah tes yang pernah saya ikuti saja dan tes pada setiap sekolah pilot itu berbeda-beda. kelihatannya memang sedikit tetapi setiap tes memakan waktu lama bahkan ada yang sampai 2 minggu hasilnya baru bisa di dapat dan rata-rata biaya yang dihabiskan untuk keseluruhan tahapan tes itu rata-rata 5-10 juta. jika tidak berhasil lolos pada tes-tes tersebut, biaya tes tersebut akan hangus jadi memang harus benar-benar berusaha keras.
Biasanya setiap sekolah mempunyai persyaratan umum untuk menjadi penerbang diantaranya :
- biasanya akan menargetkan minim panjang kaki dari pangkal paha 100cm
- harus lulus tes kesehatan meliputi jantung,mata dll.
- Harus lulus test bahasa inggris yang diadakan flying school tersebut.(bahasa inggris sangat menentukan)
- Pengetahuan umum Penerbangan.
- Cepat dalam berkalkulasi matematik dan fisika.
- Biasanya bila sudah lulus semua persyaratan diatas,calon siswa akan diajak terbang oleh instruktur untuk mengetahui takut tidaknya siswa akan ketinggian dan juga syaraf motorik siswa,serta tanggapnya siswa akan persoalan yang biasa diberikan instruktur kepada calon penerbang. Test tersebut biasa disebut (altitude test)
Pasti ada yang bertanya-tanya mengapa biaya sekolah pilot itu mahal dan sebenarnya apa yang kita dapat dari sekolah pilot itu, saya akan menjawab mengapa sekolah pilot mahal?
jawabannya adalah mudah yaitu 1 orang calon pilot harus mempunyai minimal 150 jam terbang dan setiap 1 jam terbang dibutuhkan biaya kurang lebih 3 juta jadi ya bisa dibayangkan berapa biaya yang harus kan biaya sebesar kurang lebih 3 juta untuk biaya bahan bakar yang menggunakan avtur jadi yabisa dibayangkan sendiri deh berapa biaya yang harus dikeluarkan. sisa dari biaya tersebut akan digunakan untuk akomodasi selama pendidikan. pertanyaan yang kedua adalah apa saja yang kita dapat dari sekolah pilot tersebut selain keterampilan terbang?, kita akan mendapatkan yang namanya :
PPL + CPL + IR + ME + ATPL + VFR.
Waah pasti engga ngerti nih sama maksud diatas? ok deh aku jelaskan,
PPL (Private Pilot License)PPL adalah lisensi paling dasar bagi pilot. Pemegang lisensi ini diperkenankan menerbangkan pesawat untuk kepentingan sendiri dan tidak diperbolehkan membawa penumpang dan dibatasi pada pesawat bermesin tunggal. Selain itu pilot yang hanya mempunyai lisensi PPL hanya diperkenankan terbang pada siang hari dan tidak terbang untuk dibayar (non komersial). Di Indonesia PPL mensyaratkan jam terbang sejumlah 60 jam terbang.
CPL (Commercial Pilot License)
Pemegang lisensi CPL diperkenankan menerbangkan pesawat bermesin tunggal, diperkenankan membawa penumpang (berbayar atau tidak) dan diperkenankan untuk penerbangan komersial tanpa kru (sebatas pada penerbangan baliho, penyemprotan kebun, pemadaman api, pesawat sewaan, laporan lalulintas, pemotretan udara bahkan instruktur terbang). Selain itu juga diperkenankan untuk terbang pada malam hari. CPL adalah syarat minimal pilot komersial. Di Indonesia CPL mensyaratkan 200 jam terbang.
ATPL (Airline Transport Pilot License)
ATPL adalah tingkatan tertinggi kemampuan pilot. ATPL disyaratkan untuk pilot yang bekerja di airline dengan penerbangan terjadwal. Pilot pemegang lisensi ini juga diperkenankan menerbangkan pesawat dengan kru (dua kru atau lebih), pesawat dengan penumpang/kargo besar. ATPL mensyaratkan 1500 jam terbang. Selain lisensi, seorang pilot biasanya juga memiliki sertifikat rating untuk menunjukkan kualifikasi tertentu yang dimiliki pilot bersangkutan. Rating ini meliputi ME, IR, dan rating untuk tipe pesawat. Kualifikasi
ME (Multi Engine) kualifikasi lisensi ini diperlukan jika pilot akan menerbangkan pesawat dengan mesin ganda.
IR (Instrument Rating)
kualifikasi diperlukan pada penerbangan malam atau penerbangan ada jalur IFR (Instrument Flight Rule). Jalur IFR adalah jalur penerbangan yang tidak bisa dilakukan dengan navigasi visual (misalnya penerbangan lintas samudra), melainkan dengan bantuan beacon radio di darat. Sedangkan pada penerbangan visual atau dikenal dengan
VFR(Visual Flight Rule)
pilot bisa mengandalkan gunung, danau, sungai, gedung sebagai bantuan navigasinya. Masih ada Type Rating, yaitu kualifikasi khusus untuk menerbangkan jenis pesawat tertentu. Misalnya pilot yang biasa menerbangkan pesawat keluaran airbus (seri A340-200, 300, 500, 600) harus meratifikasi lagi kualifikasinya jika akan menerbangkan pesawat Boeng meski seri 737-200. Jadi menjadi seorang pilot tidak bisa dengan cara yang cepat dan gampang. Kualifikasi dan kemampuan yang tinggi tetap diperlukan.
CPL (Commercial Pilot License)
Pemegang lisensi CPL diperkenankan menerbangkan pesawat bermesin tunggal, diperkenankan membawa penumpang (berbayar atau tidak) dan diperkenankan untuk penerbangan komersial tanpa kru (sebatas pada penerbangan baliho, penyemprotan kebun, pemadaman api, pesawat sewaan, laporan lalulintas, pemotretan udara bahkan instruktur terbang). Selain itu juga diperkenankan untuk terbang pada malam hari. CPL adalah syarat minimal pilot komersial. Di Indonesia CPL mensyaratkan 200 jam terbang.
ATPL (Airline Transport Pilot License)
ATPL adalah tingkatan tertinggi kemampuan pilot. ATPL disyaratkan untuk pilot yang bekerja di airline dengan penerbangan terjadwal. Pilot pemegang lisensi ini juga diperkenankan menerbangkan pesawat dengan kru (dua kru atau lebih), pesawat dengan penumpang/kargo besar. ATPL mensyaratkan 1500 jam terbang. Selain lisensi, seorang pilot biasanya juga memiliki sertifikat rating untuk menunjukkan kualifikasi tertentu yang dimiliki pilot bersangkutan. Rating ini meliputi ME, IR, dan rating untuk tipe pesawat. Kualifikasi
ME (Multi Engine) kualifikasi lisensi ini diperlukan jika pilot akan menerbangkan pesawat dengan mesin ganda.
IR (Instrument Rating)
kualifikasi diperlukan pada penerbangan malam atau penerbangan ada jalur IFR (Instrument Flight Rule). Jalur IFR adalah jalur penerbangan yang tidak bisa dilakukan dengan navigasi visual (misalnya penerbangan lintas samudra), melainkan dengan bantuan beacon radio di darat. Sedangkan pada penerbangan visual atau dikenal dengan
VFR(Visual Flight Rule)
pilot bisa mengandalkan gunung, danau, sungai, gedung sebagai bantuan navigasinya. Masih ada Type Rating, yaitu kualifikasi khusus untuk menerbangkan jenis pesawat tertentu. Misalnya pilot yang biasa menerbangkan pesawat keluaran airbus (seri A340-200, 300, 500, 600) harus meratifikasi lagi kualifikasinya jika akan menerbangkan pesawat Boeng meski seri 737-200. Jadi menjadi seorang pilot tidak bisa dengan cara yang cepat dan gampang. Kualifikasi dan kemampuan yang tinggi tetap diperlukan.
Mungkin sekian dulu bayangan mengenai seorang pilot dan adapun satu hal lagi yang perlu diketahui bahwa yang boleh mendaftar di sekolah pilot bukan hanya laki-laki tetapi perempuan pun bisa mendaftar sebagai pilot. Semoga Bermanfaat

0 komentar:
Posting Komentar